Ketua Presidium Jurnalis Siber Indonesia (JSI), bersama anggota presidium lainnya, menggelar rapat kecil yang membahas berbagai hal penting terkait perkembangan organisasi. Rapat tersebut dilaksanakan di kantor sekretariat JSI yang terletak di Jalan Kasnariansyah, pada tanggal 30 Juli 2023.
Dalam rapat tersebut, fokus utama pembahasan adalah Draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) JSI. Draf tersebut dipandang sebagai landasan penting dalam menjalankan aktivitas organisasi ke depannya. Selain itu, pembahasan juga mencakup administrasi internal dan langkah-langkah strategis dalam upaya pengurusan legalitas resmi organisasi.
“Pembahasan AD/ART adalah langkah awal yang krusial dalam proses pembentukan struktur dan aturan organisasi. Selain itu, kita juga akan segera mengurus legalitas agar JSI memiliki status yang sah dan diakui di mata hukum,” ujar Ketua Presidium JSI, Awan Asmara.
JSI, yang didirikan untuk menjembatani kebutuhan para jurnalis di dunia siber, kini tengah mempersiapkan berbagai hal untuk mengokohkan posisinya di dunia jurnalistik digital. Dengan adanya pengurusan legalitas, diharapkan JSI dapat beroperasi secara lebih efektif dan profesional, serta memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas jurnalisme siber di Indonesia.
Rapat tersebut dihadiri oleh para presidium Safrullah Lubai, S.Psi, Jerika Fateria dan Anton, S.Psi serta beberapa perwakilan anggota yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan JSI. Meski berlangsung dalam suasana santai, rapat tersebut menunjukkan komitmen tinggi dari seluruh pihak untuk memperkuat dan memperluas keberadaan JSI dalam dunia jurnalistik tanah air.
Salah satu agenda besar ke depan adalah membentuk jaringan yang lebih luas antara para jurnalis siber di berbagai daerah, serta menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi dan lembaga yang memiliki visi yang sama dalam memajukan kualitas informasi di dunia maya.
Kedepannya, JSI juga akan mengadakan serangkaian kegiatan, seperti pelatihan, seminar, dan diskusi mengenai perkembangan teknologi informasi dan dampaknya terhadap dunia jurnalisme, guna memastikan anggotanya selalu siap menghadapi tantangan baru di era digital ini.
“Dengan AD/ART yang jelas dan status legal yang sah, kami berharap JSI dapat lebih berperan dalam mengatur serta menjaga etika dan kualitas jurnalisme di dunia digital,” tambah salah satu anggota presidium Safrullah Lubai.
Rapat yang berlangsung selama beberapa jam ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk mengarahkan JSI menuju masa depan yang lebih terstruktur dan kuat. *


